FTIf
Journey adalah kegiatan yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas Teknologi
Informasi selama 2 hari pada tanggal 27-28 Februari 2016 dimana aku dikenalkan
pada sebuah keluarga baru bernama Abhimanyu. Keluarga baruku berasal dari
jurusan Teknik Informatika dan tentunya jurusanku sendiri, Sistem Informasi.
Selain menggunakan name tag yang merupakan identitas dari setiap peserta FTIf
Journey, keluargaku ini menggunakan slayer berwarna kuning. Pada hari pertama,
personil kami yang datang hanya 14, tetapi hal ini tidak menyurutkan semangat
kami untuk mengikuti FTIf Journey. Serangkaian acara di hari itu membuat kami
merasa kelelahan sekaligus bahagia karena banyaknya tambahan pengalaman yang
tidak terkira. Yang paling kuingat adalah kedatangan teman-teman dari yayasan
tuna netra. Mereka yang berjumlah sekitar 6 orang menunjukkan kebolehan mereka
dalam bermain musik, sekaligus membagikan pengalaman-pengalaman yang bisa
dibilang bagi kita sudah biasa, tetapi bagi mereka adalah suatu hal yang luar
biasa. Mereka mengajarkanku tentang arti sebuah perjuangan dan pelajaran bahwa
keterbatasan tidak bisa menghalangimu jika kamu sudah berkeinginan. Selain
materi, ada game yang sangat seru dan mempunyai banyak tipe permainan. Game
pertama yang kami mainkan adalah semacam ular-ularan tetapi dengan mata
tertutup, sebagai penunjuk arah hanyalah tepukan dari tangan teman di belakang
kita yang mengisyaratkan akankah belok kiri atau ke kanan. Pada game pertama
ini kami kalah, tetapi game ini membawa semangat tersendiri bagi kami untuk
memberikan yang terbaik di game selanjutnya. Terbukti, kami menang di 4 game
tersisa dan membawa kami menduduki klasemen pertama bersama 3 kelompok lain
yang juga sama-sama menang 4 kali dari 5 kali permainan. Dari game inilah aku
paham arti dari kalimat “Menangislah sebentar, kemudian tersenyumlah lebih lama”.
Segeralah bangkit saat kamu terjatuh, karena kalau tidak, kamu akan tertinggal.
Selanjutnya,
agenda hari kedua adalah bakti sosial. Melihat orang-orang yang berasal dari
kalangan bawah membuatku berfikir bahwa mereka boleh miskin, tetapi aku yakin
mereka mempunyai hati yang lebih kaya dari kita semua. Perjuangan adalah
makanan sehari-hari mereka. Ah, kata-kata tidak dapat menggambarkan mereka, mereka
hanya terlalu indah dengan segala kesederhanaan yang mereka miliki. Sore
harinya, satu FTIf 2015 membuat papermob membentuk tulisan FTIf sebagai
pertanda berakhirnya acara FTIf Journey 2016.
"Hidup
itu penuh warna, bersyukur akan membuatnya menjadi lebih indah"


Tidak ada komentar:
Posting Komentar